Picture3
  

Audiensi dengan Wakil Rektor I UNEJ, Tim BTC Naik Kelas Bahas Relevansi VeritasLab bagi Pembelajaran Akademik

FasilkomNews — Tim BTC Naik Kelas dari Universitas Jember (UNEJ) melakukan audiensi dengan Wakil Rektor I Bidang Akademik UNEJ, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan VeritasLab dan membahas relevansinya sebagai media pembelajaran digital.

VeritasLab dirancang sebagai laboratorium investigasi virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tiga dimensi (3D). Platform ini bertujuan memberi mahasiswa pengalaman belajar investigasi melalui skenario virtual, sehingga mereka dapat mengeksplorasi informasi, menelaah bukti, dan menyusun analisis dalam lingkungan pembelajaran yang terstruktur.

Dalam audiensi tersebut, tim menyampaikan latar belakang, tujuan, serta konsep pengembangan VeritasLab. Pembahasan berfokus pada kemungkinan pemanfaatan platform untuk mendukung proses akademik, khususnya pembelajaran yang membutuhkan pemahaman konseptual sekaligus latihan analisis. VeritasLab dirancang sebagai media pendukung pembelajaran, dengan skenario yang dapat membantu mahasiswa menghubungkan materi dengan penerapannya.

Salah satu komponen utama VeritasLab adalah simulasi investigasi dalam lingkungan 3D. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan korban dan saksi virtual berbasis AI, mengidentifikasi bukti, memetakan keterkaitan informasi melalui Investigation Map, lalu menyusun hipotesis dan laporan. Platform ini juga dirancang memiliki fitur Predictive Crime Intelligence untuk mengeksplorasi pola kriminalitas berdasarkan data yang tersedia.

Pertemuan dengan Wakil Rektor I menjadi ruang bagi tim untuk memperoleh masukan terkait kesesuaian gagasan dengan kebutuhan pembelajaran dan pengembangan akademik. Bagi Tim BTC Naik Kelas, masukan dari lingkungan universitas merupakan bagian dari proses validasi dan penyempurnaan rancangan. Pengembangan VeritasLab diharapkan dapat terus mempertimbangkan tujuan pembelajaran, kesiapan materi, serta pengalaman mahasiswa yang akan menggunakannya.

Tim BTC Naik Kelas diketuai oleh Fabyan Yastika Permana, bersama Allyya Novita Risqiyanti, Talitha Puspitasari, dan Najma Nabila Cahyono, di bawah bimbingan Dr. Brian Rizqi Paradisiaca Danoto, S.Kom., M.Kom. Kolaborasi dalam tim memadukan perspektif teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran investigasi.

Audiensi ini menjadi salah satu langkah Tim BTC Naik Kelas untuk mematangkan VeritasLab melalui diskusi dengan pemangku kepentingan di lingkungan kampus. Tim berharap platform tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif media pembelajaran digital yang relevan dan mendukung proses akademik.

Picture1
  

Siap Masuk RPS Pembelajaran Kriminologi, Audiensi dengan Wakil Rektor III UNEJ oleh Tim BTC Naik Kelas Bahas Pengembangan VeritasLab dari Perspektif Hukum dan Kemahasiswaan

FasilkomNews — Tim BTC Naik Kelas dari Universitas Jember (UNEJ) melakukan audiensi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNEJ, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Pertemuan ini menjadi ruang bagi tim untuk memperkenalkan VeritasLab sekaligus membahas pengembangannya dari perspektif hukum dan kemahasiswaan.

VeritasLab merupakan laboratorium investigasi virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tiga dimensi (3D) yang dirancang sebagai media pembelajaran. Inovasi ini memberi mahasiswa kesempatan untuk mempelajari proses investigasi melalui skenario virtual, termasuk mengeksplorasi informasi, menelaah bukti, dan menyusun analisis dalam konteks pembelajaran.

Dalam audiensi tersebut, tim memaparkan latar belakang, tujuan, serta konsep utama VeritasLab. Diskusi juga diarahkan pada relevansi platform bagi pembelajaran yang berkaitan dengan hukum dan investigasi. Perspektif hukum menjadi penting dalam proses pengembangan, terutama agar skenario dan aktivitas di dalam platform tetap ditempatkan sebagai simulasi akademik yang mendukung pemahaman mahasiswa.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan mengenai potensi VeritasLab dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan kompetensi. Bagi tim, dialog dengan pimpinan universitas membantu memperkaya sudut pandang sekaligus menjadi bagian dari proses validasi gagasan. Masukan yang diberikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyempurnakan rancangan platform sesuai kebutuhan pembelajaran.

Secara konsep, VeritasLab menggabungkan simulasi investigasi di lingkungan 3D, interaksi dengan korban dan saksi virtual berbasis AI, serta pemetaan hubungan informasi dan bukti melalui Investigation Map. Platform ini juga memuat fitur Predictive Crime Intelligence untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi pola kriminalitas berdasarkan data yang tersedia. Seluruh fitur dirancang untuk mendukung proses belajar, bukan menggantikan praktik maupun kewenangan profesional dalam penanganan perkara.

Tim BTC Naik Kelas diketuai oleh Fabyan Yastika Permana, bersama Allyya Novita Risqiyanti, Talitha Puspitasari, dan Najma Nabila Cahyono, di bawah bimbingan Dr. Brian Rizqi Paradisiaca Danoto, S.Kom., M.Kom. Kolaborasi lintas bidang dalam tim menjadi bagian dari upaya merancang media pembelajaran yang memadukan teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran investigasi.

Audiensi dengan Wakil Rektor III UNEJ menjadi salah satu langkah Tim BTC Naik Kelas dalam mematangkan VeritasLab melalui dialog dan masukan dari lingkungan kampus. Tim berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran digital yang relevan bagi mahasiswa.

Picture1
  

Audiensi dengan Sekda Jember, Tim BTC Naik Kelas Validasi dan Perkuat Dukungan untuk VeritasLab

Fasilkomnews — Tim BTC Naik Kelas dari Universitas Jember melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Jember pada 21 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk memvalidasi gagasan dan menjajaki dukungan bagi pengembangan VeritasLab, laboratorium investigasi virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tiga dimensi (3D).

VeritasLab dirancang sebagai media pembelajaran digital yang memberi mahasiswa pengalaman mengeksplorasi proses investigasi melalui skenario virtual. Gagasan ini berangkat dari kebutuhan akan pembelajaran yang dapat membantu menjembatani teori dan praktik, terutama ketika mahasiswa memiliki keterbatasan untuk mempelajari proses investigasi melalui situasi nyata.

Dalam audiensi tersebut, tim memperkenalkan VeritasLab serta menjelaskan tujuan dan konsep pengembangannya. Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memperoleh masukan mengenai relevansi inovasi dengan kebutuhan pembelajaran dan kemungkinan pengembangannya. Validasi dari pemangku kepentingan menjadi salah satu langkah penting agar rancangan VeritasLab terus disempurnakan berdasarkan masukan yang sesuai.

Audiensi dengan Sekda Jember juga menjadi kesempatan bagi Tim BTC Naik Kelas untuk menjajaki dukungan terhadap pengembangan inovasi tersebut. Bagi tim, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi membutuhkan proses berkelanjutan, termasuk dialog dengan berbagai pihak yang dapat memberikan pandangan dan masukan. Bentuk dukungan yang dibahas dalam pertemuan ini merujuk pada hal-hal yang benar-benar disampaikan selama audiensi.

Secara konsep, VeritasLab menggabungkan simulasi investigasi dalam lingkungan 3D, pemetaan hubungan antara informasi dan bukti melalui Investigation Map, serta eksplorasi pola kriminalitas berdasarkan data melalui fitur Predictive Crime Intelligence. Platform ini juga dirancang untuk membantu dosen menyusun skenario dan mengevaluasi proses belajar mahasiswa.

Bagi Tim BTC Naik Kelas, audiensi ini merupakan bagian dari perjalanan untuk mematangkan VeritasLab dan memperluas ruang diskusi mengenai pemanfaatannya. Masukan yang diperoleh diharapkan dapat membantu tim mengembangkan rancangan inovasi agar semakin relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Tim BTC Naik Kelas diketuai oleh Fabyan Yastika Permana, bersama Allyya Novita Risqiyanti, Talitha Puspitasari, dan Najma Nabila Cahyono, di bawah bimbingan Dr. Brian Rizqi Paradisiaca Danoto, S.Kom., M.Kom. Tim berharap VeritasLab dapat terus dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran digital untuk mendukung pembelajaran investigasi.

image
  

Bukan Sekadar Menghafal Teori, VeritasLab Mahasiswa UNEJ Dikembangkan dari Riset dan Uji Coba Langsung Bersama Mahasiswa Hukum

FasilkomNews — Memahami teori hukum merupakan bagian penting dalam pendidikan mahasiswa hukum. Namun, ketika dihadapkan pada suatu kasus, mahasiswa juga perlu berlatih menghubungkan informasi, menilai bukti, dan menyusun kesimpulan secara sistematis. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim BTC Naik Kelas dari Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan VeritasLab, laboratorium investigasi virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi tiga dimensi (3D). Inovasi ini berhasil menjadi finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 bidang Inovasi Teknologi Digital Pendidikan (ITDP).

Pengembangan VeritasLab diawali dengan penggalian kebutuhan melalui wawancara bersama mahasiswa hukum dari Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, dan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Wawancara ini dilakukan untuk memahami pengalaman belajar mahasiswa serta tantangan yang mereka hadapi dalam mempelajari investigasi kriminal.

Dari proses tersebut, tim menggali kebutuhan akan pengalaman belajar yang dapat menjembatani pemahaman teori dengan latihan analisis kasus. Masukan mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi menjadi bahan pertimbangan dalam merancang solusi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Berangkat dari Pengalaman Mahasiswa

Bagi mahasiswa yang mempelajari hukum, memahami konsep dan ketentuan hukum merupakan bagian penting dari pendidikan. Namun, proses menganalisis suatu kasus juga menuntut kemampuan untuk menghubungkan informasi, menilai relevansi bukti, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, dan membangun argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Az-Zahra Meidia Putri Basuki dan Erika Dwi Oktaviana Ramadhani menjadi bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka terkait kebutuhan pembelajaran investigasi.

“Menurut kami, memahami teori saja belum cukup untuk memberikan gambaran tentang bagaimana proses investigasi dilakukan. Mahasiswa juga perlu berlatih menganalisis kasus, memilah informasi, dan memahami hubungan antara petunjuk dengan kesimpulan yang dibuat. Karena itu, media pembelajaran yang memberikan pengalaman praktik akan sangat membantu proses belajar,” demikian pernyataan yang disampaikan keduanya.

Setelah melalui proses pengembangan, mahasiswa juga berkesempatan mencoba VeritasLab secara langsung. Uji coba ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal pendekatan pembelajaran investigasi melalui lingkungan virtual yang dirancang oleh tim.

Pelibatan pengguna tidak hanya dilakukan untuk menggali persoalan pada tahap awal, tetapi juga untuk memperoleh masukan setelah solusi dikembangkan. Pengalaman mahasiswa saat mencoba aplikasi menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menyempurnakan rancangan VeritasLab agar semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Melibatkan Praktisi dan Ahli Pidana

Selain menggali pengalaman mahasiswa, pengembangan VeritasLab turut melibatkan perspektif dari bidang hukum dan pidana. Bima Zafier Nur Basmallah, Direktur Eksekutif FK2H, serta Dr. Y.A. Triana Ohoiwutun, S.H., M.H., ahli pidana, termasuk pihak yang dilibatkan dalam proses pengembangan.

Pelibatan perspektif tersebut menjadi bagian penting agar rancangan media pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kecanggihan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan konteks keilmuan hukum dan kebutuhan pembelajaran investigasi. Skenario kasus, informasi yang disajikan, serta aktivitas yang dilakukan mahasiswa perlu dirancang dengan memperhatikan ketepatan materi dan tujuan pembelajaran.

Perspektif praktisi dan akademisi hukum juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi rancangan VeritasLab. Dengan mempertemukan pengalaman mahasiswa, perspektif praktik hukum, dan pengembangan teknologi, tim berupaya membangun media pembelajaran yang relevan bagi penggunanya.

Menghadirkan Ruang Latihan Investigasi Virtual

VeritasLab dirancang untuk menghadirkan ruang latihan investigasi dalam lingkungan virtual. Melalui simulasi 3D, mahasiswa dapat mengeksplorasi tempat kejadian perkara (TKP), mengamati petunjuk, serta menggali informasi melalui interaksi dengan karakter saksi dan korban virtual berbantuan AI sesuai skenario.

Informasi yang diperoleh dapat dihubungkan melalui Investigation Map untuk membantu mahasiswa memetakan keterkaitan kasus, keterangan, dan bukti. Mahasiswa juga dapat berlatih menyusun kronologi, merumuskan hipotesis, membangun argumentasi, hingga menyiapkan laporan investigasi.

VeritasLab turut mengembangkan Predictive Crime Intelligence untuk mendukung pembelajaran analisis pola kriminalitas berdasarkan data yang tersedia. Melalui fitur ini, mahasiswa dapat mempelajari persebaran kejadian, tren, dan pola waktu sebagai bahan analisis dengan tetap mempertimbangkan konteks serta keterbatasan data.

Teknologi AI juga dirancang untuk membantu dosen menyiapkan skenario dan mengevaluasi proses belajar mahasiswa. Meski demikian, validasi materi, penentuan tujuan pembelajaran, dan penilaian akademik tetap memerlukan peran dosen.

Menjadi Finalis LIDM 2026

VeritasLab dikembangkan oleh Tim BTC Naik Kelas yang diketuai Fabyan Yastika Permana, dengan anggota Allyya Novita Risqiyanti dan Talitha Puspitasari dari Fakultas Ilmu Komputer serta Najma Nabila Cahyono dari Fakultas Hukum Universitas Jember. Tim ini dibimbing oleh Dr. Brian Rizqi Paradisiaca Danoto, S.Kom., M.Kom.

Kolaborasi perspektif teknologi informasi dan hukum menjadi bagian dari pendekatan tim dalam merancang media pembelajaran investigasi virtual. Penggalian kebutuhan mahasiswa, pelibatan praktisi dan akademisi, serta uji coba bersama pengguna menjadi bagian dari perjalanan pengembangan inovasi tersebut.

Keberhasilan menjadi finalis LIDM 2026 bidang ITDP menjadi langkah lanjutan bagi Tim BTC Naik Kelas untuk menyempurnakan VeritasLab. Masukan pengguna dan evaluasi terhadap rancangan pembelajaran diharapkan dapat membantu tim menilai kesesuaian aplikasi dengan kebutuhan mahasiswa.

Melalui VeritasLab, Tim BTC Naik Kelas berupaya menghadirkan alternatif media pembelajaran yang tidak hanya membantu mahasiswa memahami teori, tetapi juga memberi ruang untuk berlatih menelaah informasi, menguji dugaan, dan menyusun.

image
  

Barang Bukti Tak Bisa Disentuh Sembarangan, Tim BTC Naik Kelas UNEJ Kembangkan VeritasLab hingga Jadi Finalis LIDM 2026

FasilkomNews — Salah menyentuh atau memindahkan barang bukti dapat mengganggu proses investigasi. Karena itu, setiap tindakan di tempat kejadian perkara (TKP) harus mengikuti prosedur yang tepat. Namun, bagaimana mahasiswa dapat berlatih melakukan investigasi jika TKP nyata tidak bisa dijadikan ruang latihan secara bebas?

Tantangan tersebut menjadi salah satu latar belakang pengembangan VeritasLab, laboratorium virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi tiga dimensi (3D) untuk mendukung pembelajaran investigasi kriminal. Inovasi ini dikembangkan oleh Tim BTC Naik Kelas dari Universitas Jember (UNEJ) dan berhasil mengantarkan tim menjadi finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 pada bidang Inovasi Teknologi Digital Pendidikan (ITDP).

Pembelajaran investigasi kriminal tidak cukup hanya mengandalkan pemahaman teori. Mahasiswa juga perlu berlatih menghubungkan informasi, menelaah bukti, menyusun hipotesis, dan menarik kesimpulan berdasarkan petunjuk yang tersedia. Namun, menghadirkan pengalaman praktik yang mendekati kompleksitas investigasi membutuhkan skenario, fasilitas, sumber daya, serta penerapan prosedur yang tepat.

Simulasi fisik dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran, tetapi pelaksanaannya tidak selalu mudah dilakukan secara berulang. Sementara itu, pembelajaran yang hanya mengandalkan penjelasan teori dapat membatasi kesempatan mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dan mengevaluasi keputusan investigasi yang mereka ambil.

Menghadirkan Ruang Latihan Investigasi dalam Lingkungan Virtual

Melalui fitur Simulasi Investigasi 3D, VeritasLab dirancang untuk menghadirkan skenario kasus yang memungkinkan mahasiswa menjelajahi replika TKP, mengamati kondisi di sekitar lokasi, dan mengidentifikasi kandidat barang bukti. Mahasiswa juga dapat menggali informasi melalui interaksi dengan karakter korban dan saksi virtual berbasis AI sesuai konteks kasus yang disiapkan.

Informasi yang diperoleh tidak langsung disajikan sebagai jawaban akhir. Mahasiswa perlu menentukan petunjuk yang relevan, menghubungkan informasi, dan membangun hipotesis berdasarkan bukti yang tersedia.

Untuk membantu proses tersebut, VeritasLab dilengkapi Investigation Map yang memetakan keterkaitan antara kasus, keterangan saksi, informasi, dan barang bukti. Hasil analisis dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun kronologi, membangun argumentasi, hingga membuat laporan investigasi.

Melalui lingkungan virtual, mahasiswa berkesempatan mengulang latihan, meninjau kembali keputusan, dan mengevaluasi proses analisisnya. Dengan demikian, simulasi tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir yang membawa mahasiswa menuju suatu kesimpulan.

Mempelajari Pola Kriminalitas Berbasis Data

VeritasLab juga mengembangkan fitur Predictive Crime Intelligence untuk memperluas pembelajaran dari analisis kasus individual menuju pemahaman pola kriminalitas berbasis data.

Melalui Crime Brief dan visualisasi informasi, mahasiswa dapat mempelajari persebaran kejadian, konsentrasi kasus, tren, serta pola waktu berdasarkan data yang tersedia. Informasi tersebut menjadi bahan untuk mengidentifikasi pola, menghubungkannya dengan teori kriminologi, dan menyusun rekomendasi pencegahan.

Fitur ini tidak dimaksudkan untuk memastikan bahwa tindak kriminal tertentu akan terjadi. Sebaliknya, Predictive Crime Intelligence menjadi sarana pembelajaran agar mahasiswa memahami pemanfaatan data secara kritis dengan mempertimbangkan kualitas data, konteks, dan keterbatasan analisis.

Mendukung Pembelajaran dan Evaluasi oleh Dosen

Selain mendukung aktivitas mahasiswa, VeritasLab dirancang untuk membantu dosen menyiapkan skenario pembelajaran dan mengevaluasi proses analisis mahasiswa. Fitur AI-Assisted Case and Challenge Composer mendukung penyusunan kasus dan tantangan, sedangkan AI Evaluation Engine dirancang untuk membantu menelaah proses mahasiswa selama simulasi.

Meskipun memanfaatkan AI, kendali akademik tetap berada pada dosen. Dosen berperan dalam menentukan capaian pembelajaran, memvalidasi materi, menyusun rubrik, dan mengevaluasi hasil belajar agar penggunaan teknologi tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pengembangan VeritasLab diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk mempelajari proses investigasi melalui lingkungan virtual yang terstruktur dan dapat digunakan untuk latihan berulang. Ke depan, penyempurnaan fitur serta pengujian bersama dosen dan calon pengguna menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kesesuaian dan manfaat platform dalam kegiatan pembelajaran.

Tim BTC Naik Kelas di LIDM 2026

VeritasLab dikembangkan oleh Tim BTC Naik Kelas yang terdiri atas mahasiswa lintas fakultas di Universitas Jember. Tim ini dibimbing oleh Dr. Brian Rizqi Paradisiaca Danoto, S.Kom., M.Kom., dengan Fabyan Yastika Permana sebagai ketua pelaksana.

Tim pengembang terdiri atas Fabyan Yastika Permana, Allyya Novita Risqiyanti, dan Talitha Puspitasari dari Fakultas Ilmu Komputer, serta Najma Nabila Cahyono dari Fakultas Hukum.

Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi bagian dari pengembangan VeritasLab sebagai inovasi pembelajaran investigasi kriminal yang memadukan teknologi digital dengan konteks keilmuan hukum dan kriminologi.

Keberhasilan menjadi finalis LIDM 2026 pada bidang Inovasi Teknologi Digital Pendidikan (ITDP) menjadi salah satu pencapaian Tim BTC Naik Kelas dalam mengembangkan inovasi teknologi untuk mendukung pendidikan. Melalui VeritasLab, tim berupaya menghadirkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya membantu mahasiswa memahami teori, tetapi juga memberi ruang untuk berlatih menganalisis kasus secara sistematis.

Sebab, memahami investigasi bukan sekadar mengetahui bagaimana sebuah kasus diselesaikan. Mahasiswa juga perlu belajar bagaimana bukti ditelaah, informasi dihubungkan, dan kesimpulan dibangun melalui proses analisis yang cermat.

Picture1
  

Didukung Anggota Komisi X DPR RI dan Sekretaris Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, VeritasLab Tim BTC Naik Kelas Tembus Finalis LIDM 2026

FasilkomNews — Inovasi pendidikan berbasis teknologi terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi atas tantangan pembelajaran. Salah satunya ditunjukkan oleh Tim BTC Naik Kelas dari Universitas Jember (UNEJ) melalui VeritasLab, laboratorium investigasi virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi tiga dimensi (3D) yang berhasil menjadi finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 pada divisi Inovasi Teknologi Digital Pendidikan (ITDP).

VeritasLab dikembangkan sebagai gagasan untuk memperkaya pengalaman belajar investigasi melalui teknologi digital. Inovasi ini menggabungkan lingkungan simulasi 3D dan dukungan AI dalam sebuah platform pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman investigasi secara virtual. Pengembangannya berangkat dari upaya menghadirkan media belajar yang tidak hanya menyajikan materi, tetapi juga memungkinkan mahasiswa mengeksplorasi proses penyelesaian kasus melalui skenario yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan.

Capaian sebagai finalis LIDM 2026 menjadi bagian dari perjalanan Tim BTC Naik Kelas dalam membawa gagasan tersebut ke tingkat nasional. Selain melalui pengembangan teknologi, perjalanan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak yang memiliki perhatian pada pendidikan, riset, dan pengembangan inovasi.

Dukungan tersebut datang dari Muhamad Nur Purnamasidi, S.Sos., M.Si., Anggota Komisi X DPR RI, serta Prof. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt., Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI).

Keterlibatan dukungan dari kedua pihak tersebut menjadi bagian dari perjalanan tim dalam mengembangkan VeritasLab. Bagi tim, pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi memerlukan proses berkelanjutan, mulai dari pematangan gagasan hingga penyempurnaan rancangan agar dapat menjawab kebutuhan pembelajaran secara relevan. Bentuk dan cakupan dukungan yang diberikan tetap perlu dipahami sesuai dengan dukungan yang benar-benar disampaikan oleh masing-masing pihak.

Secara konsep, VeritasLab menghadirkan beberapa komponen utama, mulai dari simulasi investigasi dalam lingkungan 3D, pemetaan hubungan informasi dan bukti melalui Investigation Map, hingga eksplorasi pola kriminalitas berdasarkan data yang tersedia melalui fitur Predictive Crime Intelligence. Platform ini juga dirancang untuk mendukung dosen dalam menyusun skenario dan mengevaluasi proses pembelajaran. Seluruh komponen tersebut dikembangkan dengan menempatkan kebutuhan pendidikan sebagai landasan pemanfaatan teknologi.

Tim BTC Naik Kelas diketuai oleh Fabyan Yastika Permana, bersama Allyya Novita Risqiyanti, Talitha Puspitasari, dan Najma Nabila Cahyono, di bawah bimbingan Dr. Brian Rizqi Paradisiaca Danoto, S.Kom., M.Kom. Kolaborasi lintas bidang dalam tim menjadi bagian dari proses perumusan VeritasLab sebagai inovasi yang memadukan perspektif teknologi digital dan kebutuhan pembelajaran investigasi.

Keberhasilan melaju sebagai finalis LIDM 2026 menjadi langkah penting bagi Tim BTC Naik Kelas untuk terus mematangkan VeritasLab. Tim berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga berpotensi menjadi salah satu alternatif media pembelajaran digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan.

WhatsApp Image 2026-10-16 at 08.39.17(3)—
  

Fasilkom UNEJ dan Diskominfo Kabupaten Lumajang Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Sinergi Digitalisasi

Lumajang, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (Fasilkom UNEJ) terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kerja sama ini difokuskan pada beberapa bidang utama, antara lain pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), penerapan teknologi digital, serta peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis TIK.

Dekan Fasilkom UNEJ, Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama ini menciptakan hubungan simbiosis mutualisme bagi kedua belah pihak. Kerja sama ini menjadi wadah atau playground bagi mahasiswa untuk berkarya, mengasah potensi, dan mengimplementasikan keahlian mereka dalam menyelesaikan berbagai permasalahan nyata di instansi mitra.

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti:

  • Kegiatan Magang Mahasiswa: Memperkuat keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam dunia kerja pemerintahan.
  • Penelitian & Inovasi Digital: Memfasilitasi riset dan pengembangan solusi teknologi yang relevan.
  • Implementasi IPTEK: Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi digital sesuai dengan kebutuhan spesifik pemerintah daerah dan masyarakat.

Sinergi antara Fasilkom UNEJ dan Diskominfo Kabupaten Lumajang ini sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi digital guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, inovatif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (wdd)

IMG_5448 copy
  

Perkuat Transformasi Digital dan SDM, Fasilkom UNEJ dan Satpol PP Kabupaten Jember Resmi Jalin Kerja Sama

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (Fasilkom UNEJ) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jember. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini menjadi langkah nyata dalam mengakselerasi modernisasi layanan penegakan peraturan daerah, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), serta penanggulangan bencana/kebakaran berbasis teknologi informasi.

Acara penandatanganan berlangsung dengan khidmat di Ruang Internasional lantai 1 Fasilkom Universitas Jember, dihadiri oleh pimpinan Fasilkom UNEJ, Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium, serta jajaran pejabat utama Satpol PP Kabupaten Jember.

Kerja sama ini lahir dari komitmen bersama untuk menghadirkan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Jember. Dengan dukungan sumber daya akademis dan riset dari Fasilkom UNEJ, Satpol PP Jember mendorong integrasi sistem berbasis digital untuk menunjang tugas-tugas operasional di lapangan.

Dekan Fasilkom UNEJ Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D. mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Satpol PP Kabupaten Jember merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan penerapan riset terapan.

“Fasilkom UNEJ siap memfasilitasi kebutuhan inovasi digital Satpol PP Kabupaten Jember, baik dalam pengembangan perangkat lunak, sistem informasi pelaporan masyarakat, hingga sistem pemetaan geografis (GIS). Kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi mahasiswa kami untuk belajar langsung menangani tantangan nyata di instansi pemerintah,” paparnya.

Sementara itu, pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember menyambut baik sinergi ini. Integrasi teknologi informasi dinilai sangat krusial untuk meningkatkan kecepatan respon petugas saat menerima aduan masyarakat serta dalam manajemen penanggulangan kondisi darurat.


“Perkembangan era digital menuntut Satpol PP untuk tidak hanya bekerja secara konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi pintar. Melalui kemitraan dengan Fasilkom UNEJ, kami berharap dapat menghadirkan sistem pelayanan publik yang lebih responsif, efisien, dan transparan bagi seluruh warga Jember,” ujar pimpinan Satpol PP Jember.

Adapun poin-poin utama dalam kesepakatan kerja sama ini meliputi:

  1. Pengembangan, pembangunan, dan pemeliharaan sistem informasi atau aplikasi layanan masyarakat/pelaporan intrernal Satpo PP.
  2. Penyelenggaraan Program Magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Fasilkom di lingkungan Satpol PP Jember.
  3. Pelaksanaan penelitian bersama di bidang tata kelola teknologi informasi pemerintahan (E-Government).
  4. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan literasi digital dan keamanan siber bagi personel Satpol PP Jember.

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan sinergi kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatkan kualitas pelayanan publik serta keselamatan masyarakat di Kabupaten Jember. (wdd)

IMG_5375 copy
  

Perkuat Pemahaman Digital, SMKN 1 Banyuputih Situbondo Gelar Kunjungan Lapangan ke Fasilkom Universitas Jember

Dalam upaya memperluas wawasan peserta didik di bidang teknologi informasi serta mengenalkan atmosfer pendidikan tinggi, SMK Negeri 1 Banyuputih Situbondo melakukan kunjungan lapangan (study tour) ke Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Jember (UNEJ). Kegiatan ini diikuti oleh rombongan siswa dan guru pendamping dari SMKN 1 Banyuputih Situbondo.

Kedatangan rombongan disambut secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember beserta jajaran pimpinan dan civitas akademika di lingkungan Fasilkom UNEJ, pada Kamis 1 Oktober 2026 di Ruang Aduditorium Lantai 5.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNEJ menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari SMKN 1 Banyuputih Situbondo. Beliau menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi di era transformasi digital saat ini, mengingat fleksibilitas ilmu komputer yang sangat luas di berbagai bidang.

“Ilmu komputer merupakan disiplin ilmu yang sangat dinamis dan fleksibel. Di era digital saat ini, lulusan dan pemahaman di bidang ilmu komputer memiliki keunggulan karena dapat diterima dan diterapkan di hampir semua jenis bidang pekerjaan, mulai dari sektor industri, pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hingga kewirausahaan,” ungkap Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D.Dekan Fasilkom UNEJ dalam pemaparannya.

Sementara itu, perwakilan dari SMKN 1 Banyuputih Situbondo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Fasilkom UNEJ. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai penerapan teknologi terkini serta motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi diri.

Selama kegiatan, para siswa mendapatkan pemaparan seputar profil program studi, peluang karir di bidang IT, serta kesempatan berdiskusi langsung mengenai perkembangan teknologi informasi seperti pemograman, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan rekayasa perangkat lunak. Rangkaian acara juga dilengkapi dengan peninjauan fasilitas laboratorium yaitu Laboratorium Kecerdasan Buatan, Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak, Laboratorium Infrastruktur Teknologi, dan Laboratorium Pertanian Cerdas.

Acara kunjungan lapangan diakhiri dengan pertukaran cenderamata sebagai bentuk kenang-kenangan dan pererat tali silaturahmi antara SMKN 1 Banyuputih Situbondo dan Fasilkom Universitas Jember, lalu ditutup dengan sesi foto bersama. (wdd)

IMG_1686 copy
  

Fasilkom Gelar Acara Pelepasan Alumni: Siapkan Lulusan Unggul Berdaya Saing Global

Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Jember (UNEJ) kembali melepas lulusan terbaiknya dalam gelaran Pelepasan Alumni Periode IV Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung khidmat dan meriah di Ruang Auditorium lantai 5, pada Kamis 17 September 2026.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, para dosen, staf kependidikan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Prof. Drs. Antonius Cahya Prihandoko, M.App.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian seluruh alumni yang telah menyelesaikan masa studinya. Beliau menekankan pentingnya adaptabilitas dan daya saing lulusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi global.

“Dunia industri dan teknologi bergerak sangat cepat, terutama dengan berkembangnya Artificial Intelligence (AI) dan keamanan siber. Kami percaya para alumni Fasilkom telah dibekali tidak hanya hard skill yang mumpuni, tetapi juga problem solving dan etika profesional untuk menjadi pemrakarsa inovasi di masyarakat,” ujar Prof. Anton.

Pada periode kali ini, Fasilkom melepas sebanyak 45 alumni dari berbagai program studi, antara lain Sistem Informasi sebanyak 13 yudisi, Teknologi Infornasi sebanyak 19 yudisi, dan Informatika sebanyak 13 yudisi.

Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat penganugerahan penghargaan Lulusan Terbaik Fakultas yang diraih oleh Arina Bela Astyra, S.Kom. IPK 3.86, Ghanza Betanda Dilva, S.Kom. IPK 3,91, Divo Tahta Imannulloh, S.Kom. IPK 3,91dari Program Studi Sistem Informasi. Nurul Hadits, S.Kom. IPK 3,89, Rama Maulana, S.kom. IPK 3,76, Achmad Azriel Amaldany, S.Kom. IPK 3,7 dari Program Studi Teknologi Informasi.

Acara pelepasan diakhiri dengan sesi foto bersama. Seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Komputer mengucapkan selamat dan sukses bagi seluruh alumni dalam mengarungi babak baru karier dan pengabdian di masyarakat. (wdd)